|
Tekad 27 Medali Emas
 Dinas Dikpora DIY - Olimpiade Sains Nasional (OSN) adalah ajang berkompetisi dalam bidang sains bagi para siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA di Indonesia. Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional ini didasarkan pada kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade Fisika Internasional (IPhO - International Physics Olympiad) yang diselenggarakan di Bali pada tahun 2002. Pada tanggal 1 – 7 Agustus 2010, OSN akan digelar di Medan Sumatra Utara, 52 Kontingen dari DIY terdiri dari 6 siswa SD, 19 siswa SMP, dan 27 siswa SMU.
Siswa yang mengikuti Olimpiade Sains Nasional adalah siswa yang telah lolos seleksi tingkat kabupaten dan provinsi. Oleh karena kelebiihan di bidang akademik tersebut, pada kesempatan pamitan peserta OSN, Kepala Dinas memberikan pesan agar “Pinter ojo Keblinger”, potensi yang tinggi harus diimbangi dengan akhlak yang tulus agar tidak congkak sebagai bukti dari rasa syukur.
Sementara Kabid Dikmenti Dinas Dikpora DIY, Drs. Alip Sudardjo, M.Pd dan Kepala Seksi SMP Dikpora, Drs. Sugiyanto, M.Si di kesempatan yang sama menyampaikan mengenai action plan dan pengalaman OSN tahun 2009, dimana DIY mampu meraih 8 medali emas, 6 medali perak, dan 16 medali perunggu. Tekad tersebut yang kemudian memberi letupan peserta untuk mendapat “27 piala emas” di tahun 2010. Rencananya beliau juga akan mengawal kegiatan di Medan dan Jakarta selama beberapa hari.
Dibekali pembinaan mentor dari UGM dan UNY, para siswa siap berangkat. Jumlah nominator DIY sendiri mengurangi pengurangan yakni 72 siswa di tahun 2009 dan 52 siswa di tahun 2010, namun hal tersebut tidak mengurangi semangat mereka dalam berlomba. Iyas Tashari SMU 8 DIY, yang menjadi wakil peserta, dalam sambutannya meminta dukungan dan doa dari segenap masyarakat DIY untuk kesuksesannya di ajang perlombaan nasional tersebut “Di OSN sudah sepantasnya kita melepaskan atribut nama sekolah, karena yang kita bawa adalah nama Provinsi DIY” tegasnya.
Pada acara yang sekaligus pamitan peserta LOMOJARI tingkat nasional 2 Agustus 2010 di Jakarta mendatang, Suwarsih Madya juga menambahkan cerita tentang masa kecilnya, terutama ketika beliau menerima piala dan prestasi lainnya, yang menjadi kebanggan hingga kini untuk dikenang. Kepala Dinas juga berusaha meluangkan waktunya untuk menghadiri penutupan OSN di Medan di sela-sela kesibukannya. (dita)
|