MEDIAHERBARIUM (OBJEKTUMBUHAN YANG DIKERINGKAN)SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SD - dikpora.jogjaprov.go.id DETAIL ARTIKEL JURNAL Dipublish: 28 November 2016 09:11 WIB, - Dibaca : 1853 kali

MEDIAHERBARIUM (OBJEKTUMBUHAN YANG DIKERINGKAN)SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SD

Penulis : Mochamad Asnawi
Share :

ABSTRAK

 Sebagai mata pelajaran scientific pembelajaran IPA tidakhanyasecarateoritis, namun membutuhkan aktivitas siswa secara langsung.  Pelajaran IPA erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, sehingga siswa perlu belajar bagaimana cara mengumpulkan fakta dan menghubungkan fakta-fakta untuk membuat suatu kesimpulan. 

Proses belajar IPA merupakan keterampilan sepanjang hayat, karena kita tidak hanya mempelajari berbagai macam ilmu tetapi juga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang dipelajari berkaitan erat dengan lingkungan sekitar, sehingga sumber belajar yang digunakan dapat diperoleh dari lingkungan sekitarsehingga memberikan pengalaman belajarbermakna bagi siswa. Media pembelajaran yang sesuai sangat berperan dalam keberhasilan proses pembelajaran. Salah satu fungsi dari media adalah mengkongkretkan materi yang bersifat abstrak, sehingga memudahkan siswa dalam menerima materi pelajaran.

Pada penelitian ini akan membahas tentang penggunaan media pembelajaran objek benda asli tumbuhan yang dikeringkan (herbarium) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam pada siswa sekolah dasar.

 Kata kunci:  hasil belajar, media tumbuhan yang dikeringkan (herbarium), penggolongan tumbuhan

 

MEDIA HERBARIUM(OBJECT OF DRIED PLANTS)AS AN ALTERNATIF MEDIA FOR LEARNING SCIENCE AT ELEMENTARY SCHOOL

ABSTRACT
As a scientific lesson, science is not only learning about the theory, but  it’s need the student activity directly.             Science is closely related with daily life activities, so the students need to learn how to collect the facts to make the interpretation and conclusion. Learning science process means long life education, because we are not only learn about knowledge, but how to apply it on the daily life. This subject will learn about environment around us. Environment as source so learning, so give the meaning full experience for the students.Learning media is very important on the learning process. One of the function of media is making the abstract matery became real, so it is help the students to master the matery easily. Focus on this research is how to use herbarium media (object of dried plants) to increase the quality of learning process and science learning outcomes.

Keywords: learning outcomes, media original object (real object) herbarium, classification of plants

 

  1. PENDAHULUAN

Ilmu pengetahuan alam sebagai salah satu mata pelajaran di SD, merupakan program untuk menanamkan, mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikapdannilai-nilai ilmiah padasiswa.Maka dari itu pembelajaran IPA hendaknya dapat melibatkan aktivitas siswa secara langsung pada benda-benda nyata, bukan melalui metode ceramah yang selama ini masih banyak digunakan oleh guru. Dengan mengamati, melihat dan memegang benda secara langsung siswa akan lebih termotivasi dan dan lebih mudah memahami materi yang dipelajari dari pada hanya mencatat dan mendengarkan cerita dari guru. Hal ini sesuai dengan toeri Edgar Dale dalamteori Cone of Experience (http://desikusumaningrum22.wordpress.com) yang mengatakan bahwa pengalaman belajar anakdimulai dari pengalaman langsung menuju kepada yang abstrak. Agar diperoleh pengalaman langsung, lengkap dan kesan yang mendalam dari apa yang dipelajarinya, maka tepatlah apabila anak usia sekolah dasar belajar melalui benda sebenarnya atau benda asli (real object).

Selamaini proses pembelajaran IPA masih cenderung menggunakan cara yang klasikalya itu metode ceramah. Guru masih kurang bervariasi dalam menggunakan metode dan media yang sesuai dalam proses pembelajaran. Media yang sering digunakan guru pun masih tergolong yang sederhana, seperti buku dan gambar mati yang mudah didapatkan.Hal ini mengakibatkan kebosanan pada siswa dan kurangnya aktifitas siswa yang berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa.

Berdasarkan masalah tersebut tampaknya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan melibatkan aktifitas siswa secara langsung diperlukan agar dapat meningkatkan kompetensi dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu perlu adanya media yang abstrak atau real object untuk merangsang pemahaman anak pada materi pelajaran sehingga bisa menaikkan kompetensi dan nilai hasil belajar siswa.Salah satu mediaalternatif yang bisa digunakan dalam pembelajaran IPA adalah media benda sebenarnaya atau benda asli (real object), dalam hal ini penulis memilih media tumbuhan yang dikeringkan atau herbarium. Media herbarium selain bisa dilihat dan diraba secara langsung, juga menarik dan memberikesan bermakna karena membuat media herbarium merupakan pengalaman baru bagi siswa. Materi pada pelajaran IPA yang bisamemanfaatkan media herbarium adalah materi penggolongan tumbuhan. Siswa dengan bimbingan guru bisa membuat media  herbarium dari berbagai jenis daun dan mengelompokkan sesuai jenisnya.

 

B. PENGERTIAN MEDIA HERBARIUM

     1. Pengertian Media Pembelajaran

     Menurut Azhar Arsyad (2016:2) pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alatgrafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyususn kembali informasi visual dan verbal. Sedangkan salah satu fungsi media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. (AzharArsyad, (2016:19).

  1. Pengertian Media Benda Asli

Menurut Ibrahim dan Syahodih (2003:3) mengatakan bahwa : Media benda asli termasuk media atau sumber belajar yang secara spesifik dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk mempermudah radar belajar yang formal dan direncanakan. Menurut Sumantri dan Permana (1999:202)  menyatakan bahwa “media benda asli merupakan benda yang sebenarnya membantu pengalaman nyata peserta didik dan menarik minat dan semangat belajar siswa”.

Maka menggunakan media benda asli akan memberikan rangsangan yang amat penting bagi siswa untuk mempelajari berbagai hal terutama menyangkut pengembangan keterampilan tertentu. Media benda asli memiliki kelebihan dan keunggulan, kelebihan tersebut antara lain: (1) Dapat membantu guru dalam menjelaskan suatu materi kepada peserta didik, (2) Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari situasi yang nyata, (3) Dapat melatih keterampilan siswa menggunakan alat indera.

  1. Media pembelajaran Herbarium

Herbarium berasaldari kata “ hortus dan botanicus”, artinyakebunbotani yang di keringkan, biasanya disusun berdasarkan system klasifikasi. Istilah herbarium lebih dikenal untuk pengawetan tumbuhan.Herbarium adalah material tumbuhan yang telahdiawetkan (disebut juga spesimen herbarium). Herbarium juga bisa berarti tempat dimana material-material tumbuhan yang telah diawetkan disimpan. Herbarium merupakan suatu spesimen dari bahan tumbuhan yang telah dimatikan dan diawetkan melalui metode tertentu.Herbarium biasanya dilengkapi dengan data-data mengenai tumbuhan yang diawetkan, baik data taksonomi, morfologi, ekologi, maupun geografinya.Selain itu dalam herbarium juga memuat waktu dan nama pengkoleksi. Herbarium juga merupakan salah satu sumber pembelajaran yang penting dalam ilmu biologi tumbuhan. Herbarium merupakan koleksi kering yang dibuat berdasarkan prosedur-prosedur tertentu da nmemiliki kriteria-kriteria tersendiri.

Kelebihan dari herbarium adalah sebagai pelengkap bahan praktikum yang bisa langsung dibawa di dalam kelas atau ruangan. Sedangkan Kegunaan Herbarium secara umum, Onrizal (2005) antara lain: (1) Sebagai pusat referensi, merupakan sumber utama untuk identifikasi tumbuhan bagi para ahli taksonomi, ekologi, pecinta alam, (2) Sebagai lembaga dokumentasi, merupakan koleksi yang mempunyai nilai sejarah, (3) Sebagai pusat penyimpanan data untuk diambil manfaatnya di dunia kedokteran.

 

 

C. HASIL PENELITIAN

Penelitian yang telah dilakukan pada mata pelajaran IPA materi penggolongan tumbuhan menggunakan media herbarium (tumbuhan yang dikeringkan) yang dilakukan pada siswa kelas 3 SDN Karangjati Kecamatan Kasihan Bantul pada tahun ajaran 2015/2016 yang bejumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung dan hasil tes siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi proses pembelajaran yang terdiri dari empat indikator, yaitu : 1) keaktifan siswa dalam memperhatikan penjelasan guru, 2) keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan guru, 3) keaktifan siswa dalam mengelompokkan herbarium berdasarkanbentukdaun, akar dan biji.Penelitian tersebut menghasilkan:

  1. Selama proses penelitian, kualitas proses pembelajaran menggunakan media tumbuhan yang dikeringkan (herbarium) mengalami kenaikan pada setiap siklusnya dari rerata 65,19% pada siklus I menjadi 91,12% padasiklus II.
  2. Nilai rerata hasil belajar siswa mengalami kenaikan, dari nilai prasiklus 65,90 menjadi 67,75 pada siklus I dan 76,77 padasiklus II.
  3. Ketuntasan siswa yang dicapai pada pra siklus baru 10 siswa atau (29%), kemudian naik menjadi 12 siswa (35%) pada siklus I atau mengalami kenaikan sebanyak 6%. Sedangkan pada siklus II naik dari menjadi 30 Siswa atau (88%) atau mengalami kenaikan 53%. Jadi pembelajaran menggunakan media benda asli tumbuhan yang dikeringkan (herbarium) dapat dikatakan berhasil karena bisa menaikkan hasilbelajar dan jumlah ketuntasan

Temuan penting dalam penelitian ini, adalah bahwa dalam pembelajaran IPA materi penggolongan tumbuhan bagi siswa SD kelas III dengan media benda asli tumbuhan yang dikeringkan (herbarium) diperlukan  empat kegiatan belajar utama, yaitu: 1) keaktifan siswa dalam  memperhatikan penjelasan guru, 2)  keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan guru, 3) keaktifan siswa  dalam mengelompokkan herbarium berdasarkan bentuk daun, akar dan biji. Selain itu, perlu diberi kegiatan tambahan untuk mendukung kegiatan utama diatas, yaitu: (a) penambahan materi tentang penggolongan tumbuhan, (b) penerapan penggunaan media hebarium ,dan (c) penjelasan langkah-langkah pembuatan dan penggunaan media herbarium.

Peningkatan hasil belajar IPA materi penggolongan tumbuhan dengan media benda langsung (real object) tumbuhan yang dikeringkan (herbarium) ini sesuai dengan teori-teori belajar, salahsatunyaadalahteori yang dikemukakanoleh Edgar DaledalamCone of Experience yang mengatakan bahwa pengalaman belajar anak dimulai dari pengalaman langsung menuju kepada yang abstrak. Agar diperoleh pengalaman langsung, lengkap dan kesan yang mendalam dari apa yang dipelajarinya, maka tepatlah apabila anak usia sekolah dasar belajar melalui benda sebenarnya atau benda asli (real object). Dengan demikian, pembelajaran menggunakan media benda asli tumbuhan yang dikeringkan (herbarium) dikatakan berhasil meningkatkan kompetensi siswa.

 

D. KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan

Dalam penelitian ini dapat disimpulan bahwa pembelajaran pengolongan tumbuhan menggunakan media tumbuhan yang dikeringkan (herbarium) berhasil meningkatkan kualitas proses pembelajaran danhasilbelajarsiswa.

  1. Saran

Proses pembelajaran IPA hendaknya melibatkan aktifitas siswa secara langsung, sehingga memberi kesan bermakna bagi siswa, sehingga mempermudah pemahaman dan hasil belajar siswa.Penggunaan media tumbuhan yang dikeringkan (herbarium) memberi pengalaman baru pada siswa karena siswa terlibat langsung dalam pembuatan dan penggunaan media, sehingga bisa menaikkan kompetensi dan hasil belajar siswa.

 

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Azhar. 2015 Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers

Dimyati, Mudjiono (2006). Belajar & Pembelajaran, Jakarta, Departemen Pendidikan & Kebudayaan

I.G.A.K Wardhani, (2007). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.

Ibrahim&Syaodih (2003), PerencanaanPengajaran, Jakarta, Rineke.

Iskandar. (2008). Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif). Jakarta: Gaung Persada Press.

Mulyani Sumantri & Johar Permana. (1998). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Proyek PGSD Dirjen Dikti Depdikbud.

Onrizal. (2005) Pembuatan Herbarium dan Pengenalan Jenis Pohon. Jakarta : Laporan Penelitian

Pranoto. (1999). Capaian Hasil Belajar Siswa. http://Pranoto.blogspot.com.html.29 Juli 2009.

Sungkono. (2008). Peran Benda Asli (Real Object) dan Pemanfaatannya dalam Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar. Kumpulan Makalah. Yogyakarta: Majalah Ilmiah Pembelajaran. Edisi 2007. 

(http://desikusumaningrum22.wordpress.com/2014/07/07kerucut-pengalaman-edgar-dale-cone-of-experience/) daikses pada tanggal 10 Noverber 2015


Penulis : Mochamad Asnawi, guru  SDN Karangjati Kecamatan Kasihan Bantul


Artikel lainya

 
Membumikan Budaya Satriya di Kalangan Pengawas Sekolah
 
Menanamkan Nilai Kebinekaan Pada Siswa Baru
 
LAKUKAN SEKARANG UNTUK MENULIS
 
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU BERGAMBAR

Komentar artikel jurnal

Artikel Lain Kembali ke atas






POJOK INSPIRASI

Dua hal yang sulit diatasi dalam hidup adalah sukses dan kegagalan. (Anonim)
LINK PENTING: BSE - Lembaga Pusat - Lembaga Daerah - Link UPTD - Budaya Baca - Konten Pendidikan - NUPTK - NISN - NPSN - Seksi DIKTI - BAN SM

Kantor : Jl.Cendana 9 Yogyakarta Kode Pos : 55166 Telepon : (0274) 541322 Fax : 513132 Email : dikpora@jogjaprov.go.id
Dinas Pendidikan, Pemuda, & Olahraga
Daerah Istimewa Yogyakarta.

www.dikpora.jogjaprov.go.id
Copyright © 2014 .Hak cipta dilindungi undang-undang.
Web themes by watulintang.com