PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU MATEMATIKA MELALUI PEMBERDAYAAN KEGIATAN MGMP DI SMK KABUPATEN KULON PROGO SEMESTER 1 TAHUN 2017/2018 - dikpora.jogjaprov.go.id DETAIL ARTIKEL JURNAL Dipublish: 24 Juni 2018 02:06 WIB, - Dibaca : 1039 kali

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU MATEMATIKA MELALUI PEMBERDAYAAN KEGIATAN MGMP DI SMK KABUPATEN KULON PROGO SEMESTER 1 TAHUN 2017/2018

Penulis : Giyarsih-
Share :

ABSTRAK:

Giyarsih.
Peningkatan Kemampuan Pembuatan Media Pembelajaran bagi Guru Mata Pelajaran Matematika melalui  Pemberdayaan  Kegiatan MGMP Matematika di SMK Kabupaten Kulon Progo Semster 1 tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Penelitian ini bertujuan: meningkatkan kemapuan pembuatan Media Pembelajaran  bagi guru mata pelajaran matematika SMK di kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah (PTS) yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan guru matematika dalam pembuatan Media Pembelajaran melalui pemberdayaan kegiatan MGMP Matematika kabuapaten Kulon Progo tahun 2017.

Rancangan penelitian tindakan Sekolah(Shool Action Research) ini berbentuk siklus-siklus yang merupakan proses daur ulang, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan,  pemantauan, dan refleksi. Pengambilan sampel menggunakan skalaprioritas.

Hasil penelitian sebagai berikut: siklus I pertemuan 1, prosentase guru yang dapat memnyelesaikan pembuatan Media Pembelajaran dengan benar: 66,43%. Hal ini disebabkan, oleh guru dalam menyelesaikan tugasnya secara perorangan sehingga tidak ada teman diskusi. Pada siklus I pertemuan 2 diberikan tugas secara berkelompok sesuai dengan program keahliannya. Prosentase keberhasilan dalam pelaksaanaan tugas pembuatan Media Pembelajaran lebih meningkat; Peserta yang mampu menyelesaikan tugasnya dengan benar mencapai 70,29%; Hal ini disebabkan karena dengan tugas kelompok mereka saling berkoordinasi, saling menerima dan memberi; menimbulkan semangat lebih untuk melaksanakan tugas. Target keberhasilan yang penulis harapkan minimal 90% guru matematika SMK di kabupaten Kulon Progo mampu membuat Media Pembelajaran dengan benar; Oleh karena itu proses penelitian dilanjutkan dengan siklus II. Pada siklus II pertemuan 1 disamping pemberian tugas berkelompok seperti pada siklus I juga dipaparkan contoh untuk masing-masing bab/ bagian, Namun Prosentase keberhasilan baru mencapai 75,29%, sehingga penelitian dilanjutkan dengan Siklus II pertemuan 2. Pada Siklus II pertemuan 2 disamping pemberian tugas berkelompok seperti pada siklus I juga dibentuk team editing/perumus. Sehingga prosentase keberhasilannya meningkat menjadi 96,14% yaitu lebih besar 6,14% dengan yang penulis targetkan yaitu 90 % Hal ini disebabkan antara lain: (a) Tugas dikerjakan secara berkelompok sesuai dengan program keahliannya; (b) Diberikan contoh yang konkrit untuk tiap bab/ bagian.(c) Ada team perumus/team editing yang sekaligus sebagai peneliti. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa:“Melalui Pemberdayaan Kegiatan MGMP, mampu Meningkatkan Kemampuan Guru Matematika di SMK Kabupaten Kulon Progo dalam Pembuatan Media Pembelajaran.“ Hasil penelitian tindakan sekolah ini, dapat digunakan oleh rekan guru dalam pembuatan Media Pembelajaran di sekolahnya, memberikan motivasi dalam mengikuti kegiatan MGMP, dan digunakan sebagai acuan dalam pengembangan profesinya terutama dalam PTK.

Kata Kunci: MGMP, Kemampuan Guru, Media Pembelajaran

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah swt, atas karunia yang dilimpahkan, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan penelitian tindakan sekolah (PTS) ini.

Sehubungan dengan itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:

  1. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga propinsi DIY yang telah memberikan ijin dalam rangka pelaksanaan kegiatan penelitian tindakan sekolah (PTS) ini
  2. Koordinator pengawas kabupaten Kulon Progo, yang telah memotivasi kepada penulis untuk melakukan penelitian ini;
  3. Kepada rekan pengawasSMK kabupaten Kulon Progo yang telah memberikan motivasi kepada penulis, sehingga selesainya laporan penelitian ini.
  4. Pengurus dan anggota MGMP Matematika SMK Kabupaten Kulon Progo yang telah antusias mengikuti serangkaian kegiatan yang terkait dengan penelitian ini.
  5. Kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan penelitian ini.

Semoga  amal baik yang telah dibiberikan mendapatkan imbalan  pahala dari Allah swt. Aamiin.

Penulis menyadari bahwa laporan penelitian ini masih jauh dari sempurna; Oleh karena itu tegur sapa yang konstruktif sangat penulis harapkan, demi perbaikan laporan-laporan penelitian berikutnya.

 

Kulon Progo, Desember 2017

Penulis Dra. Giyarsih, S. Si. M.Pd.

 PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang Masalah

Pengawas SMK merupakan salah satu bagian dalam sistem penyelenggaraan pendidikan yang mempunyai peran dalam peningkatan profesional guru dan kepala  Sekolah Menengah Kejuruan.

Dari hasil supervisi kegiatan pembelajaran, penulis menemukan berbagai kekurangan/kelemahan, diantaranya adalah dalam hal pembuatan media pembelajaran bagi guru mata pelajaran matematika. Disisi lain pengadaan Media pembelajaran dalam kurikulum 2013 sangat dirasakan sebagai kebutuhan yang mendesak dan bermanfaat dalam pembelajaran.

Selaku pengawas SMK, penulis mencoba melakukan upaya untuk mengatasi hal tersebut; Salah satu cara yang penulis lakukan adalah pemberdayaan kegiatan MGMP Matematika.

 

  1. Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang mendasar dalam penelitian ini adalah

  1. Apakah dengan mengaktifkan kegiatan MGMP, akan meningkatkan jumlah guru yang menyiapkan media pembelajaran yang dibutuhkan secara mandiri?
  2. Apakah melalui pemberdayaan kegiatan MGMP, mampu meningkatkan kemampuan guru matematika di SMK Kabupaten Kulon Progo dalam pembuatan  media pembelajaran?
  3. Apakah meningkatnya pengetahuan guru tentang pengembangan profesi akan berdampak positif pada tingkat profesionalisme guru?
  4. Apakah kurangnya dana dan fasilitas untuk melakukan kegiatan pengembangan profesi akan berdampak pada sedikitnya guru yang melakukan pengembangan profesi?

 

  1. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kemapuan pembuatan media pembelajaran  bagi guru mata pelajaran matematika SMK di kabupaten Kulon Progo.

 

  1. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diperoleh dari hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini adalah:

  1. Bagi Guru
    1. Adanya peningkatan kemampuan akademik guru dalam pembuatan media pembelajaran;
    2. Guru akan dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran secara sistematis;
    3. Sikap kolegalitas guru akan lebih meningkat, karena adanya kegiatan kolaboratif dalam kegiatan MGMP.
    4. Menambah angka kredit guru.
  2. Bagi Sekolah
    1. Meningkatnya kualitas pendidikan di sekolah;
    2. Bertambahnya koleksi media pembelajaran hasil karya guru sendiri.
  3. Bagi Siswa
    1. Meningkatkan motivasi dan gairah belajar bagi siswa;
    2. Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sumber belajar lainnya,
    3. memungkinkan siswa atau peserta didik untuk belajar mandiri sesuai kemampuan dan minatnya.
    4. Memungkinkan siswa atau peserta didik dapat mengukur atau mengevaluasi sendiri hasil belajarnya.
  4. Bagi Peneliti
    1. Menambah pengertian yang mendalam tentang cara membina peningkatan kemampuan profesional guru;
    2. Mengakrabkan hubungan antara pengawas sekolah dan guru yang menjadi binaannya.
    3. Meningkatkan kemampuan profesional sebagai pengawas.

 

 

METODE PENELITIAN TINDAKAN

 

  1. Desain Penelitian Tindakan

Penelitian ini merupakan penelitian tidakan sekolah (PTS). Permasalahan yang diteliti merupakan permasalahan yang penulis temukan dalam pelaksanaan tugas, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) penulis sebagai pengawas SMK.

 

  1. Subyek dan Obyek Penelitian

Subyek penelitian adalah guru mata pelajaran matematika SMK di Negeri Kokap, SMK Bopkri Sentolo, dan SMK Muhammadiyah 1 Lendah kabupaten Kulon Progo. Sedangkan obyek penelitian adalah kemampuan guru dalam membuat Media Pembelajaran.

 

  1. Lokasi dan Waktu Penelitian
    1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di tiga sekolah binaan Kabupaten Kulon Progo.

  1. Waktu Penelitian

Waktu penelitian direncanakan berlangsung kurang lebih 4 bulan (1 September 2017 s/d 30 Desember 2017).

 

  • Prosedur

Rancangan penelitian yang penulis tetapkan adalah rancangan penelitian tindakan, dalam hal ini adalah penelitian tindakan sekolah(PTS). Prosedur dan langkah-langkah dalam penelitian ini mengikuti prinsip-prinsip yang berlaku dalam penelitian tindakan. Rancangan penelitian ini berbentuk siklus-siklus mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan dan pemantauan, dan refleksi. Siklus-siklus tersebut sebagai berikut:

  1. Siklus I Pertemuan 1
    1. Perencanaan

Penulis selaku peneliti bersama dengan pengurus dan anggota MGMP  Matematika, melakukan identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh guru-guru matematika SMK di kabupaten Kulon Progo. Salah satu permasalahan yang diangkat untuk segera di atasi adalah pembuatan Media Pembelajaran. Pada tahap ini dilakukan koordinasi waktu pelaksanaan, direncanakan membahas bersama tentang  pembuatan Media Pembelajaran.

  1. Pelaksanaan
    • Buat kesepakatan waktu pelaksanaan
    • Penulis menggali informasi tentang media pembelajaran yang sering digunakan guru dalam pembelajaran.
    • Workshop dengan materi teknik pembuatan Media Pembelajaran, selanjutnya secara mandiri guru diberikan tugas untuk mencoba membuat Media Pembelajaran.
    • Pengawas melakukan pendampingan dan pembimbingan guru dalam membuat Media Pembelajaran.
    • Guru yang sudah selesai, dipersilahkan memaparkan hasilnya.
    • Guru yang lain menanggapi Media Pembelajaran yang sudah dipaparkan tadi.
  2. Observasi

Penulis selaku peneliti melakukan pengamatan secara sistematis. Pengamatan dilakukan secara komprehensif dengan menggunakan lembar pengamatan dan membuat catatan lapangan (CL).

  1. Refleksi

Penulis selaku peneliti dan para guru mendiskusikan hasil pengamatan selama pelaksanaan kegiatan tersebut. Serta melihat tugas – tugas yang telah diselesaikan.

  1. Siklus I Pertemuan 2
    1. Perencanaan

Penulis selaku peneliti melakukan revisi dan memberi apersepsi

  1. Pelaksanaan
    • Penulis menggali informasi tentang sampai dimana media pembelajaran yang sudah selesai dibuat guru.
    • Penulis menanyakan permasalahan yang dihadapi guru dalam membuat media pembelajaran.
    • Penulis memberi kesempatan pada guru untuk sharing pengalaman dalam pembuatan media pembelajaran.
    • Pengawas melakukan pendampingan dan pembimbingan guru yang mengalami kesulitan dalam membuat Media Pembelajaran.
    • Guru yang sudah selesai, dipersilahkan memaparkan hasilnya.
    • Guru yang lain menanggapi Media Pembelajaran yang sudah dipaparkan tadi.
  2. Observasi

Penulis selaku peneliti melakukan pengamatan secara sistematis. Pengamatan dilakukan secara komprehensif dengan menggunakan lembar pengamatan dan membuat catatan lapangan (CL).

  1. Refleksi

Penulis selaku peneliti dan para guru mendiskusikan hasil pengamatan selama pelaksanaan kegiatan tersebut. Serta melihat tugas – tugas yang telah diselesaikan.

  1. Siklus II Pertemuan 1

Apabila dalam siklus yang pertama kurang dari 90 persen guru yang mampu membuat Media Pembelajaran dengan benar, maka akan dilanjutkan siklus yang ke II sebagai berikut:

  1. Perencanaan

Direncanakan secara berkelompok berdiskusi dan membuat Media Pembelajaran.

  1. Pelaksanaan
    • Guru secara berkelompok sesuai dengan program keahliannya membuat Media Pembelajaran.
    • Penulis melakukan pembimbingan bagi guru yang mengalami kesulitan dalam membuat media pembelajaran.
    • Dilakukan pemaparan hasil kerja kelompok dalam pembuatan Media Pembelajaran.
  2. Observasi
    • Para guru yang tidak melakukan pemaparan mengadakan pengamatan secara sistematis dan komprehensip.
    • Penulis selaku peneliti melakuan pengamatan dan membuat catatan lapangan.
  3. Refleksi

Penulis selaku peneliti dan para guru mendiskusikan hasil pengamatan selama pelaksanaan kegiatan pada siklus II pertemuan 1. Serta melihat tugas–tugas yang telah diselesaikan secara bekelompok.

  1. Siklus II Pertemuan 2

Apabila pada siklus II pertemuan 1 belum juga menghasilkan minimal 90 % guru yang mampu membuat Media Pembelajaran dengan benar, maka dilanjutkan siklus yang ke II pertemuan 2 sebagai berikut:

  1. Perencanaan
    • Dari hasil temuan dalam pembingan dan pendampingan dalam membuat media pembelajaran, penulis memberi penjelasan ulang pembuatan Media Pembelajaran yang belum dikuasai guru dengan disampaikan beberapa contoh.
    • Direncanakan untuk ditampilkan hasil kerja peserta workshop MGMP Matematika yang sudah benar/mendekati benar.
    • Direncanakan para guru bekerja secara kelompok sesuai dengan program keahlian.
  2. Pelaksanaan
    • Diulangi pemaparan teknik pembuatan Media Pembelajaran serta diberikan contoh-contohnya.
    • Hasil kerja peserta yang benar/mendekati benar dimpilkan untuk dibahas bersama.
    • Guru/peserta workshop melakukan kerja kelompok untuk membuat Media Pembelajaran.
  3. Observasi

Penulis sekaligus sebagai peneliti mengamati kegiatan diskusi serta melihat hasil kerja kelompok dengan membuat catatan lapangan.

  1. Refleksi
    • Penulis selaku peneliti dan para guru mendiskusikan hasil pengamatan selama pelaksanaan kegiatan pada siklus II pertemuan 2
    • Melihat tugas – tugas yang telah diselesaikan secara bekelompok.

 

  1. Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan sekolah ini disajikan pada tabel di halaman berikut:



  1. Metode Analisa Data

Data kuantitatif dianalisa secara deskriptif dengan menggunakan tabel, mean dan prosentase bahkan jika dimungkinkan bisa menggunakan grafik.

Sedangkan untuk data kualitatif dari hasil pengamatan peneliti bersama peserta Diklat, dianalisis dengan menggunakan metode analisis kualitatif. Yaitu dengan mengadakan wawancara atau memadukan hasil pengamatan antara peneliti dengan peserta Diklat.

 

  1. Cara Pengambilan Kesimpulan dan Indikator Keberhasilan
  1. Indikator Keberhasilan

Kriteria keberhasilan yang sesuai dengan tujuan penelitian ini adalah mengatasi rendahnya motivasi dan aktivitas menulis Media Pembelajaran pada peserta Diklat melalui Diklat dan pembimbingan penulisan Media Pembelajaran bagi pendidik/ guru matematika SMK pada kegiatan MGMP Matematika kabupaten Kulon Progo.

Kriteria keberhasilan terdiri dari empat kelompok yaitu:

  1. Tingkat prosentase keterampilan pemateri dalam mendampingi kegiatan Diklat dalam pembuatan Media Pembelajaran,
  2. Motivasi dan aktivitas peserta Diklat/ MGMP dalam kegiatan Diklat/ MGMP dalam pembuatan Media Pembelajaran,
  3. Skor/ nilai peserta dari hasil kegiatan Diklat/ MGMP dalam pembuatan Media Pembelajaran,
  4. Skor hasil penilaian kegiatan Diklat/ MGMP dalam pembuatan Media Pembelajaran yaitu peserta Diklat sudah dikatakan berhasil setelah mampu membuat Bahan Ajar dengan benar.
  1. Cara Pengambilan Kesimpulan

Penelitian dianggap berhasil, apabila terjadi perubahan sikap dan tingkah laku peserta Diklat/ MGMP dalam mengikuti Diklat/ MGMP dan pembimbingan pembuatan Media Pembelajaran. Dengan arti kata dari hari ke hari dalam proses kegiatan Diklat/ MGMP para peserta Diklat/ MGMP selalu termotivasi untuk belajar membuat Media Pembelajaran dan tingkat aktivitas menulis peserta Diklat/ MGMP pada kegiatan Diklat/ MGMP dan pembimbingan pembuatan Media Pembelajaran semakin bertambah.

Hal ini dapat dilihat dari hasil analisa data kuantitatif yang menunjukkan bahwa hasil untuk pengumpulan tugas Diklat/ MGMP selalu bertambah dari pra siklus ke siklus berikutnya, prosentase rekapitulasi hasil observasi selama kegiatan Diklat/ MGMP selalu meningkat dari siklus pertama ke siklus berikutnya. Ini berarti bahwa kegiatan Diklat dan pembimbingan pembuatan Media Pembelajaran dapat membangkitkan motivasi dan meningkatkan aktivitas menulis bagi peserta Diklat/ MGMP.

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

  • Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Siklus I Pertemuan 1
    1. Perencanaan

Penulis selaku peneliti bersama dengan pengurus dan anggota MGMP  Matematika, melakukan identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh guru-guru matematika SMK di kabupaten Kulon Progo. Salah satu permasalahan yang diangkat untuk segera diatasi adalah pembuatan Media Pembelajaran. Pada tahap ini direncanakan membahas bersama tentang  pembuatan Media Pembelajaran.

  1. Pelaksanaan
    • Penulis menggali informasi tentang media pembelajaran yang sering digunakan guru dalam pembelajaran.
    • Diklat/workshop dengan materi teknik pembuatan Media Pembelajaran, selanjutnya secara mandiri guru diberikan tugas untuk mencoba membuat Media Pembelajaran.
    • Pengawas melakukan pendampingan dan pembimbingan guru dalam membuat Media Pembelajaran.
    • Karena keterbatasan waktu maka belum ada guru yang sudah selesai membuat media pembelajaran.
    • Pembuatan Media Pembelajaran ditugaskan untuk diselesaikan di rumah.
  2. Observasi

Penulis selaku peneliti melakukan pengamatan secara sistematis. Pengamatan dilakukan secara kofrehensif dengan menggunakan lembar pengamatan dan membuat catatan lapangan (CL).

Hasil pengamatan dari kolaborator pada siklus pertama, pertemuan pertama:

  • Terhadap Pemateri:

Pemateri masih kurang mengkondisikan peserta diklat untuk melaksanakan workshop. Dari Siklus I pertemuan ke 1 diperoleh nilai sebesar 83,33 %. Pemateri perlu memberi penghargaan terhadap peserta diklat yang telah menyelesaikan tugas mencapai lebih dari 90 % baik penghargaan untuk individu maupun penghargaan untuk kelompok.

Terhadap Peserta diklat: Hasil observasi untuk pra siklus dan untuk pertemuan pertama Siklus I: peserta diklat belum terbiasa berani bertanya, motivasi dan aktivitas masih rendah.



    1. Refleksi

    Berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi dengan para guru peserta Diklat/ MGMP matematika, maka direkomendasikan sebagai berikut:

    1. Perlu diulangi sekilas penjelasan pembuatan Media Pembelajaran.
    2. Perlu dibentuk kelompok kerja untuk membuat Media Pembelajaran sesuai dengan kelompok program keahliannya.

    Sesuai dengan rencana awal apabila dalam siklus yang pertama pertemuan 1 hasil pembuatan media kurang dari 90 % guru yang mampu mebuat Media Pembelajaran dengan benar, maka dilanjutkan siklus yang ke I pertemuan 2. Data menunjukkan bawa dalam siklus pertaman pertemuan 1 sebesar 66,43% guru yang mampu mebuat Media Pembelajaran dengan benar, artinya kurang dari 90 % maka dilanjutkan siklus yang ke I pertemuan 2.

    1. Siklus I Pertemuan 2
      1. Perencanaan

    Penulis selaku peneliti melakukan revisi dan memberi apersepsi

    1. Pelaksanaan
      • Penulis menggali informasi tentang sampai dimana Media Pembelajaran yang sudah selesai dibuat guru.
      • Penulis menanyakan permasalahan yang dihadapi guru dalam membuat Media Pembelajaran.
      • Penulis memberi kesempatan pada guru untuk sharing pengalaman dalam pembuatan Media Pembelajaran.
      • Pengawas melakukan pendampingan dan pembimbingan guru yang mengalami kesulitan dalam membuat Media Pembelajaran.
      • Guru yang sudah selesai, dipersilahkan memaparkan hasilnya.
      • Guru yang lain menanggapi Media Pembelajaran yang sudah dipaparkan tadi.
    2. Observasi

    Hasil pengamatan dari kolaborator pada siklus pertama, pertemuan kedua:

    1. Terhadap Pemateri:

    Pemateri masih belum mengkondisikan kelas agar setiap peserta diklat aktif dalam kegiatan diskusi. Walaupun pemateri sudah berusaha mengkondisikan agar semua terlibat dalam proses diskusi, hal ini terlihat dari hasil perolehan nilai sebesar 86,51 %. Artinya tingkat keberhasilan pemateri sudah meningkat. Pemateri dituntut untuk lebih mapu mengaktifkan peserta diklat, pertanyaan yang sifatnya memancing harus benar-benar disiapkan agar peserta diklat dapat mengerjakan tugas secara mandiri walaupun bekerja berkelompok.

    1. Terhadap peserta diklat:

    Hasil observasi terlampir pada lampiran 3: masih ada peserta diklat yang mengalami kesulitan dalam mengemukakan pendapat, mengemukakan permasalahan tidak tepat, dan jika menjawab belum tentu benar. Motivasi dan Aktivitas Peserta sudah meningkat dengan perolehan nilai sebesar 88,57.

    Gambar 4. 3.  Hasil Motivasi dan Aktivitas Peserta diklat Pertemuan 2 Siklus I


Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil pengamatandan catatan lapangan (CL) dalam pelaksanaan siklus I pertemuan 2 ini adalah:

  • Perhatian guru sudah terfokus pada penjelasan dalam pembuatan Media Pembelajaran.
  • Sebagaian besar guru sudah dapat menyelesaikan tugas pembuatan Media Pembelajaran.
  • Kurang lebih 70,29 % yang telah diselesaikan, itupun belum semua guru presentasi hasil pembuatan Media Pembelajaran.
  1. Refleksi

Penulis selaku peneliti dan para guru mendiskusikan hasil pengamatan selama pelaksanaan kegiatan tersebut serta melihat tugas – tugas yang telah diselesaikan.

  1. Siklus II Pertemuan 1
    1. Perencanaan
      1. Direncanakan mengulang sekilas penjelasan pembuatan Media Pembelajaran matematika.
      2. Direncanakan dibentuk kelompok kerja pembuatan media pembelajaran sesuai dengan program keahlian.
      3. Direncakan tiap-tiap kelompok memaparkan hasil kerjanya.
    2. Pelaksanaan
      • Mengulang sekilas penjelasan pembuatan Media Pembelajaran.
      • Guru secara berkelompok sesuai dengan program keahliannya menyelesaikan tugas membuat Media Pembelajaran.
      • Pemaparan hasil kerja kelompok dalam pembuatan Media Pembelajaran.
    3. Observasi

Hasil pengamatan dari kolaborator pada siklus kedua, pertemuan pertama:

  1. Terhadap Pemateri:

Pemateri sudah berhasil mengkondisikan kelas agar setiap peserta diklat aktif dalam kegiatan diskusi. Hal ini terlihat dari hasil perolehan nilai sebesar 89,68 %. Artinya tingkat keberhasilan pemateri sudah lebih meningkat. Pemateri dituntut untuk lebih mampu memotivasi dan mengaktifkan peserta diklat di MGMP sekolah, pemberdayaan MGMP harus benar-benar disiapkan agar peserta diklat dapat mengerjakan tugas secara berkelompok dan mempresentasikan hasil diskusi dengan baik.

  1. Terhadap peserta diklat:

Masih ada peserta diklat yang mengalami kesulitan dalam mengemukakan pendapat, dan mengemukakan permasalahan tidak tepat. Motivasi dan Aktivitas Peserta  jauh lebih bagus dengan nilai sebesar 92,86.

Gambar 4. 4.  Hasil Motivasi dan Aktivitas Peserta diklat Pertemuan 1 Siklus II



Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil pengamatandan catatan lapangan (CL) dalam pelaksanaan siklus II pertemuan 1 ini adalah:

  • Keaktifan guru dalam melaksanakan tugasnya lebih meningkat jika dibanding dengan kegiatan pada siklus  I
  • Prosentase penyelesaian tugas meningkat jika dibandingkan pada siklus I, yaitu 75,29 % guru yang telah dapat menyelesaikan tugasnya dengan lengkap.
    1. Refleksi

Hasil pengamatan selama pelaksanaan kegiatan pada siklus II  pertemuan 1 dan hasil diskusi dengan para guru peserta Diklat/ MGMP Matematika sebagai berikut: Sudah ada peningkatan pemahaman tentang pembuatan Media Pembelajaran jika dibanding pada pelaksanaan siklus I tetapi baru kurang lebih 75,29 % guru dapat menyelesaikan tugasnya dengan benar, maka direkomendasikan sebagai berikut:

  • Perlu ada ulangan penjelasan dengan contoh-contoh yang konkrit;
  • Dilanjutkan penyelesaian tugas secara berkelompok sesuai dengan program keahlian;
  • Mempertimbangkan rekomendasi peserta serta melihat belum ada 90 % guru yang mampu menyelesaikan tugasnya dengan benar maka perlu dilanjutkan siklus II pertemuan 2.
  1. Siklus II Pertemuan 2
    1. Perencanaan
  • Direncanakan untuk megulangi pemaparan sekilas tentang penjelasan pembuatan Media Pembelajaran serta pemberian contoh kongkrit pada tiap bagian/ bab;
  • Direncanakan untuk melanjutkan penyelesaikan tugas secara berkelompok sesuai dengan program keahlian;
  • Direncanakan untuk dibentuk team perumus/ team editing yang diambil dari masing-masing program keahlian 2 orang guru.
    1. Pelaksanaan
  • Diulangi pemaparan sekilas tentang penjelasan pembuatan Media Pembelajaran serta diberikan contoh kongkrit pada tiap bagian/ bab;
  • Dilanjutkan menyelesaikan tugas secara berkelompok;
  • Dibentuk team perumus/ team editing yang diambil dari masing-masing program keahlian 2 orang guru.
    1. Observasi

Hasil pengamatan dari kolaborator pada siklus kedua, pertemuan kedua:

  1. Terhadap Pemateri:

Pemateri sudah benar-benar berhasil mengkondisikan kelas agar setiap peserta diklat aktif dalam kegiatan diskusi. Hal ini terlihat dari hasil perolehan nilai sebesar 93,65%. Artinya tingkat keberhasilan pemateri sudah benar-benar bagus. Walaupun demikian Pemateri tetap harus senantiasa memotivasi dan mengaktifkan peserta diklat di MGMP sekolah, pemberdayaan MGMP harus benar-benar didampingi agar peserta diklat dapat mengerjakan tugas secara berkelompok dan mengedit hasil pembuatan media pembelajaran sampai legalitas formalnya terpenuhi.

  1. Terhadap peserta diklat:

Hampir semua peserta sudah bisa menghasilkan media pembelajaran sesuai dengan sistematika. Motivasi dan Aktivitas Peserta diklat sudah maksimal.

Gambar 4. 5.  Hasil Motivasi dan Aktivitas Peserta diklat Pertemuan 2 Siklus II


Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil pengamatandan catatan lapangan (CL) dalam pelaksanaan siklus II pertemuan 2 ini adalah:

  • Peserta (guru) lebih serius menyelesaikan tugasnya dengan merifisi pekerjaanya sesuai dengan penjelasan contoh  yang diberikan.
  • Peseta menyerahkan tugasnya kepada team perumus/ editing;
  • Team perumus/ team editing mengoreksi dan membetulkan hasil kerja kelompok.
  • 96,14 % guru telah menyelesaikan tugas pembuatan Media Pembelajaran dengan benar.
  1. Refleksi

Hasil diskusi dengan para guru peserta Diklat/ MGMP Matematika dihasilkan rekomendasi sebagai berikut:

  • Pelaksanaan Diklat/ MGMP matematika dianggap berhasil;
  • Setelah dikoreksi dan diedit oleh team perumus, hasil tersebut bias digandakan untuk acuan guru matematika di kabupaten Kulon Progo;
  • Perlu dilanjutkan kegiatan MGMP Matematika untuk membahas tugas lain berkaitan dengan tugas guru matematika di kabupaten Kulon Progo.
  • Pembahasan

Melalui pemberdayaan kegiatan MGMP Matematika SMK Kabupaten Kulon Progo, mampu meningkatkan kemampuan guru mata pelajaran matematika di SMK Kabupaten Kulon Progo dalam pembuatan Media Pembelajaran. Hasil penelitian tindakan sekolah  berupa pengamatan tindakan dan hasil catatan lapangan selama pelaksanaan kegiatan dari siklus I sampai siklus II dapat dianalisis sebagai berikut:

  1. Dari hasil pengamatan dan catatan lapangan pada  siklus I, prosentase hasil penyelesaian tugas pembuatan Media Pembelajaran dari masing-masing guru hanya 70,29 %. Hal ini disebabkan, antara lain:
  1. Perhatian guru kurang terfokus pada penjelasan yang diberikan;
  2. Guru menyelesaikan tugasnya secara perorangan sehingga tidak ada teman diskusi;
  3. Belum diberikan contoh konkrit untuk tiap-tiap bab/ bagian;
  1. Pada siklus tindakan ke dua, prosentase keberhasilan pelaksaanaan tugas pembuatan Media Pembelajaran sudah meningkat. Peserta yang mampu menyelesaikan tugasnya dengan benar telah mencapai 96,14 %. Karena tugas dikerjakan secara berkelompok sesuai dengan program keahliannya; Berdasarkan pengamatan terhadap kerja kelompok penulis simpulkan:
  1. Dengan tugas kelompok mereka saling berkoordinasi, saling menerima dan memberi.
  2. Dengan kerja kelompok semangat untuk melaksanakan tugas lebih bersemangat.
  1. Hasil ini sudah seperti yang penulis harapkan yaitu minimal 90 % guru matematika SMK di kabupaten Kulon Progo mampu membuat Media Pembelajaran/ bahan ajar dengan lengkap, yaitu lebih besar 6,14 % dengan yang penulis targetkan; 

Hal ini disebabkan antara lain: Tugas dikerjakan secara berkelompok sesuai dengan program keahliannya; Diberikan contoh yang konkrit untuk masing-masing bab/ bagian; Ada team perumus/ team editing untuk masing-masing program keahlian yang diambil dari 2 orang guru untuk masing-masing program keahlian.

 

SIMPULAN DAN SARAN

 

  • Simpulan

Tingkat keberhasilan guru dalam pembuatan Media Pembelajaranmelalui pemberdayaan MGMP Matematika  diatas yang ditetapkan penulis yaitu 95 % dengan demikian dapat disimpulkan bahwa: “Melalui Pemberdayaan Kegiatan MGMP, mampu Meningkatkan Kemampuan Guru Pelajaran Matematika di SMK Kabupaten Kulon Progo dalam Pembuatan Media Pembelajaran.“

 

  • Saran
    1. Kepada Pengawas Sekolah:
  1. Hasil penelitian tindakan sekolah ini, dapat digunakan sebagai salah satu acuan dalam pengembangan profesi;
  2. Hasil penelitian tindakan sekolah ini dapat digunkan sebagai acuan dalam pemberdayaan MGMP di wilayah binaannya.
    1. Kepada Guru:
    2. Pengalamam dari kegiatan MGMP ini hendaknya dapat digunakan sebagai acuan dalam pembuatan Media Pembelajaran di sekolahnya.
    3. Hendaknya pengalaman dalam kegiatan penelitian tindakan sekolah ini dapat memberikan motivasi dan digunakan sebagai acuan dalam pengembangan profesinya terutama dalam penelitian tindakan kelas.
    4. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi gurru untuk mengikuti kegiatan MGMP
  3. Kepada Instituísi Dinas Pendidikan
    1. Hendaknya dimasukan anggaran pengembangan profesi guru dan pengawas sekolah dalam Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKASKPD) pada setiap tahunnya;
    2. Guna peningkatan mutu pendidikan, hendaknya selalu diprogramkan dan dianggarkan untuk kegiatan pemberdayaan.

DAFTAR PUSTAKA

 

Asyad, Azhar (2003) Media Pembelajaran, Jakarta : Rajawali Press.

 

Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan ( 1993 ). Pedoman Penyelenggaraan Musyawarah Guru Mata Pelajaran ( MGMP ) Seluruh Indonesia. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah Proyek Pengadaan sarana Dan peningkatan mutu Pendidikan Umum.

 

Departemen Pendidikan Nasional ( 2008 ). Laporan Penelitian Tindakan Sekolah sebagai Karya Tulis Ilmiah Dalam Kegiatan Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah. Jakarta : Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Tenaga Kependidikan.

 

________ ( 2008 ).Petunjuk Teknis Penelitian Tindakan Sekolah ( Shool Action Research ) Peningkatan Kompetensi Supervisi Pengawas Sekolah SMA / SMK. Jakarta : Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Tenaga Kependidikan.

 

Indonesa ( 2005 ). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

 

_________ ( 2005 ) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan nasional.

 

Miles, M.B and Huberman,A.M ( 1984 ). Qualitatif Data Analisys: “A Source book of New Methods ( Edisi Terjemahan oleh tjetjep Rohendi Rohadi”). Jakarta : UI Press.

 

 

Nurul Zuriah ( 2003 ). Penelitian Tindakan Dalam Bidang  Pendidikan dan Sosial. Malang : Bayumedia Publishing

 

BIODATA PENULIS/EDITOR INTERNAL

NAMA                                                      :    Giyarsih

 

Jabatan                                                      :    Pengawas Sekolah Utama

RIWAYAT PEKERJAAN LENGKAP                :    Guru SMP, Guru, SMA, Pengawas SMA/SMK


Artikel lainya

 
FROM TEACHER BECOME LEADER AND MANAGER REVITALISASI FUNGSI KEPALA SEKOLAH: PELUANG DAN TANTANGAN
 
LANGKAH STRATEGIS PERSIAPAN AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH
 
Mendekatkan Pelajar dengan Bahasa dan Aksara Jawa
 
Membumikan Budaya Satriya di Kalangan Pengawas Sekolah

Komentar artikel jurnal

Artikel Lain Kembali ke atas






POJOK INSPIRASI

Cara terbaik untuk menghentikan kebiasaan buruk adalah:jangan pernah memulainya! (J.C.Penney,pendiri jaringan Toko J.C.Penney)
LINK PENTING: BSE - Lembaga Pusat - Lembaga Daerah - Link UPTD - Budaya Baca - Konten Pendidikan - NUPTK - NISN - NPSN - Seksi DIKTI - BAN SM

Kantor : Jl.Cendana 9 Yogyakarta Kode Pos : 55166 Telepon : (0274) 541322 Fax : 513132 Email : dikpora@jogjaprov.go.id
Dinas Pendidikan, Pemuda, & Olahraga
Daerah Istimewa Yogyakarta.

www.pendidikan-diy.go.id
Copyright © 2017 .Hak cipta dilindungi undang-undang.
Web themes by WatulintangMedia