Penyerahan Hadiah Lomba Warnai Puncak Hari Katini 2017 Tingkat DIY - dikpora.jogjaprov.go.id

Penyerahan Hadiah Lomba Warnai Puncak Hari Katini 2017 Tingkat DIY

DETAIL BERITA 26 April 2017 08:04 WIB,   Jurnalis: Eri-k ,   Dibaca : 423kali
  Foto :  
Share :
Puncak Peringatan Hari Kartini Tingkat DIY  Tahun 2017 di Bangsal Kepatihan Yogyakarta yang di hadiri Wakil Gubernur DIY Paku Alam X dan Pejabat Forkopimda DIY berlangsung Khidmad.

Diawali dengan Pembacaan Teks Pancasila oleh  Rini Joko Suseno,  Pembacaan UUD  1945 oleh  Wndah Baskoro Aji, Pembacaan Riwayat  RA.Kartini oleh Ine Wahyu serta menyanyikan  lagu Ibu Kita Kartini yang dipimpin Nursidah Suyatno.

Ketua Umum Panitia Peringatan Hari Kartini Tingkat DIY  G.K.B.R.Ayu Paku Alam dalam laporannya menjelaskan bahwa   Penyelenggaraan rangkaian Kegiatan Hari Kartini  Tingkat DIY Tahun 2017 kepanitiaan dilaksanakan dari 5 komponen organisasi wanita di DIY yaitu Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari, BKOW, Tim Penggerak PKK, Dharma Pertiwi dan BPPM DIY dan kali ini leading sektornya Penye;lenggaran Tim Penggerak PKK DIY.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kartini Tingkat DIY yang bertemakan “ Mewujudkan Mimpi Kartini Dengan Kerja Keras Semangat dan Komitment “meliputi  Pemberian Penghargaan  kepada Guru Paud kepada 100 orang, Bhakti Sosial Donor darah yang diikuti oleh 107 orang,  Audensi dengan SKH Kedaulatan Rakyat,  Lomba Pemcaan Surat Kartini untuk SD dan SMP,  Lomba Kreatifitas dari bahan daur ulang  untuk pakaian sehari-hari dan malam hari,  Senam Massal, Sarasehan Hari Kartini dengan tema “Mimpi Kartini di Era Modern ” Gerakan tanam Cabai serta Dialog Inter aktif baik melalui TVRI dan Jogja TV.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Wakil Gubernur Paku Alam X antara lain menyatakan bahwa  jika  merefleksi sejarah, sebelum abad 20, gerakan perempuan merupakan gerakan individu, belum terorganisir dalam  gerakan bersama. Meski demikian tandas Gubernur DIY, perjuangan mereka telah membuka jalan ke arah kemajuan perempuan Indonesia seperti yang dilakukan Laksamana Malahayati yang memimpin 2.000 pasukan inong Balee melawan kapal-kapal Belanda pada thun  1599, dan Tjut Njak Dhien di akhir abad 19 yang bergerilya melawan Belanda selama 16 tahun, telah menginspirasi awal upaya kesetaraan gender.

Berbicara   tentang kepemimpinan perempuan lebih lanjut Sultan HB X melalui Wakil Gubernur DIY Paku Alam X menyatakan bahwa kita harus mengkaitkan dengan konsep kerajaan Islam dan Jawa. Kerajaan Islam lanjut  Sultan berdasarkan antropo-sentris yang berpusat pada manusia, sehingga membedakan gender  , dan lebih menganut paham patriarkhat. Tetapi prakteknya menurut Gubernur DIY ternyata juga banyak yang tidak bertumpu pada raja laki-laki.

Sedangkan konsep kerajaan jawa menganut kosmos-sentris berpusat pada semesta alam, sehingga tidak membedakan gender. “ Buktinya Tri Buwana Wijaya Tungga Dewi mewariskan kejayaan Majapahit kepada puteranya Sri Rajasa Negara hayam Wuruk, Keturunannya masih ada lima ratu yang bertahta, antara lain Ratu Kencana”, tandasnya.

Dari  fakta sejarah itu menurut  Gubernur, maka dapat dikatakan bahwa ramalan Naisbit tentang kebangkitan perempuan tersebut hanyalah merupakan repetisi sejarah belaka.

Sementara itu terkait kebangkitan Kartini di era 21 dalam merefleksikan sosok Kartini, menganjurkan bahwa emansipasi  perempuan melalui pendidikan, agar mereka cakap melaksanakan peran ibu sebagai pendidik pertama calon pemimpin bangsa. Sedangkan menyangkut dengan Peringatan Hari Kartini saat ini  untuk mengingatkan kita  kepada  “Ibu Kita Kartini “ yang haruim namanya, karena dia peka dan peduli terhadap penderitaan  kaumnya, seakan lilin terang ditengah kegelapan langit malam. Diperlukan pemberdayaan terus menerus agar peran domestic dan peran public dapat dihayati bersama-sama kaum laki-laki.

Dan sejarahpun membuktikan bahwa buah pikiran Kartini ternyata melampaui zamannya, sehingga memungkinkan generasi wanita yang kemudian mengaktualisasikan jatidiri guna memberikan yang terbaik bagi keluarga, nusa dan bangsa.

Diakhir sambutannya  pada Peringatan Hari Kartini  tersebut Gubernur DIY menandaskan bahwa Kartini di kenang, karena menuntut persamaan hokum untuk perempuan dan mengawali penyadaran hak perempuan. Sebaliknya sekarang ini justru banyak tokoh perempuan malah memperkuat peran domestic untuk kaumnya. Namun Peringatan hari Kartini banyak warna femininnya daripada sebagai momen penyadaran hak-hak perempuan. Perjuangan kaum perempuan masih panjang, bukan untuk menjadi siapa, tetapi untuk memberikannya pilihan. Mau jadi apa saja, hingga Presiden pun, terserah kemauan dan kemampuan masing-masing.

Oleh karena itu  dari kisah Raden Ayu Kartini yang diperingati hari ini harapan Gubernur DIY bisa ditarik hikmahnya bagi kepentingan perempuan, bangsa dan Negara.

Puncak Peringatan Hari Kartini ditrandai dengan  enyerahan berbagai Perlombaan Oleh Wakil Gubernur DIY Paku Alam X yang didampingi Ketua Panitia Peringatan Hari Kartini Tingkat DIY Tahun 2017 masing-masing kepada para pemenang lomba antara lain : Lomba Membaca Surat kartini  untuk SD juara I,Zovia Yoshi Zuhara dari SD Muhamadiyah Bantul,Juara  i Tingkat SMP Imroati Fatima Tuzzahra dari SMP IT Baitussalam. Untuk Lomba Kreatifitas  Daur Ulang untuk busana sehari-hari dan busana malam juara I Wiwid Widyarsih dan Dina Kristiyaningrum dan dimeriahkan oleh Karawitan Pegawai di Lingkungan Pemerintah DIY.(Krn)


Berita Terkait

Berita Lain


Komentar Berita

Kembali ke atas


PENGUMUMAN BARU
LINK PENTING: BSE - Lembaga Pusat - Lembaga Daerah - Link UPTD - Budaya Baca - Konten Pendidikan - NUPTK - NISN - NPSN - Seksi DIKTI - BAN SM

Kantor : Jl.Cendana 9 Yogyakarta Kode Pos : 55166 Telepon : (0274) 541322 Fax : 513132 Email : dikpora@jogjaprov.go.id
Dinas Pendidikan, Pemuda, & Olahraga
Daerah Istimewa Yogyakarta.

www.dikpora.jogjaprov.go.id
Copyright © 2014 .Hak cipta dilindungi undang-undang.
Web themes by watulintang.com