Alamat website DIKPORA DIY dari www.pendidikan-diy.go.id pada 2019 akan off dan menjadi www.dikpora.jogjaprov.go.id

Jambore PK-PLK DIY 2018 Siap Digelar - dikpora.jogjaprov.go.id

Jambore PK-PLK DIY 2018 Siap Digelar

DETAIL BERITA 06 Agustus 2018 03:08 WIB,   Jurnalis: Zakky M ,   Dibaca : 135kali


  Foto : Prima Rini Purbaya Aji dari Seksi Pendidikan Luar Biasa (PLB), menyampaikan arahan terkait pelaksanaan Jambore PK-PLK DIY 2018  
Share :

Dinas Dikpora DIY siap melaksanakan Jambore Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang digelar di Bumi Perkemahan Karanganyar, Gadingharjo, Sanden, Bantul, mulai tanggal 9 s/d 11 Agustus 2018.

Jambore tahun ini mengangkat tema “Dengan Jambore PK-PLK Tahun 2018: Gumregah Gagah Menuju Kemandirian dan Berkarakter” dengan diikuti oleh 80 regu yang terdiri dari 59 regu putera dan 21 regu puteri yang masing-masing regu terdiri dari 5 anak dan 1 guru pendamping. Total semua peserta ialah 400 anak dan 80 guru pendamping.

Kegiatan ini didadasari oleh keinginan Dinas Dikpora DIY yang ingin memberikan fasilitas yang sama antara anak berkebutuhan khusus dengan anak pada umumnya. Anak berkebutuhan khusus juga perlu adanya kegiatan yang menyenangkan berupa praktek langsung di lingkungan yang nyata dalam bersosialisasi dengan masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman sebagai bekal kemandirian layaknya anak pada umumnya.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode kepramukaan dengan bentuk perkemahan pramuka di alam terbuka yang mengacu pada kegiatan kemah pramuka pada umumnya yang disesuaikan denga kriteria anak berkebutuhan khusus.

Dengan diadakannya jambore ini diharapkan mampu meningkatkan iman dan takwa para peserta kepada Tuhan Yang Maha Esa; meningkatkan rasa kebersamaan, keakraban, jiwa sosial, gotong royong, dan kerja sama sebagai wujud karakter budaya anak Indonesia; meningkatkan semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan menumbuhkan sikap disiplin, berani, berkata benar dan jujur; mengembangkan potensi anak berkebutuhan khusus di bidang pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku menuju kemandirian sebagai dasar pendidikan karakter; serta meningkatkan semangat belajar , berkarya nyata, kreatif dalam berbagai kegiatan sebagai bekal kemandirian anak berkebutuhan khusus.

Dalam kegaiatan ini juga diselenggarakan berbagai perlombaan, diantaranya: karnaval, pentas seni, lomba memasak, lomba kegaiatan wide game, dan lomba penilaian tenda; serta bakti sosial yang bertujuan untuk memberikan manfaat dan kontribusi pada warga sekitar dengan melakukan kerja bakti kebersihan lingkungan, pengumpulan dan pembagaian bahan makanan, serta potong rambut, dan pijat/massage.

Sebelumnya, diadakan Technical Meeting guna persiapan pelaksanaan jambore yang dilaksanakan di Sasana Krida, Dinas Dikpora DIY, Senin (6/8/2018). Dalam acara ini penyampaian materi disampaikan oleh Prima Rini Purbaya Aji dari Seksi Pendidikan Luar Biasa (PLB),. Dalam paparannya, Rini berpesan kepada para guru pendamping untuk mempersiapkan segalanya dengan baik, dan memberikan pengarahan kepada para anak didik untuk membawa bekal yang sekiranya dibutuhkan, terutama obat-obatan yang biasa dikonsumsi karena memang cuaca yang kurang bersahabat akhir-akhir ini.

“Karena cuacanya memang sangat ekstrim akhir-akhir ini tolong disampaikan untuk membawa selimut, jaket, dan kaos kaki untuk keperluan tidur. Kalau ada penutup kepala suruh bawa sekalian,” pesan Rini kepada para guru pendamping.

Sementara itu, dalam kesempatan lain juga hadir sebagai narasumber ialah Dr. Arni Suwanti, Koordinator Forum Penguatan Hak Penyandang Disabilitas (FPHPD). Dalam paparannya, Arni menjelasakan bahwa penyandang disabilitas dua kali lebih rentan menjadi korban bencana dari pada orang normal karena memang belum adanya pemberian pemahaman tentang apa yang harus diperbuat ketika terjadi bencana. “Berdasarkan itu semua kami sudah berkoordinasi dengan kwarnas, kwarda dan berbagai pihak bagaimana pendidikan pengurangan resiko bencana itu bisa diajarkan secara tersistem melalui pendidikan pramuka,” imbuhnya dihadapan para guru pendamping.

Ani juga mengingatkan kepada para guru untuk selalu mewaspadai akan adanya gempa karena memang itu yang sering terjadi di DI. Yogyakarta serta memberikan pemahaman kepada para anak didik tentang hal-hal yang terkait dengan gempa. “Jadi intinya ada 3 hal yang perlu disampaiakan kepada para anak didik, yaitu yang pertama, memberi pengertian apa itu gempa, apa saja dampaknya, dan bagaimana menyelamatkan diri,” jelasnya kepada para.

Dalam kesempatan itu, juga hadir sebagai narasumber Sardiono, S.Pd., Pengawas SLB. Sardino, dalam paparannya, meminta kepada para kakak-kakak pramuka agar memaklumi jika ada hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan. “Saya harapkan kepada kakak-kakak semua untuk dimaklumi ini anak-anak kita karena pramuka ini beda dengan biasanya. Ini bagi penyandang disabilitas. Jadi juga membutuhkan perhatian khusus,” terangnya.

Sardiono juga berharap kepada para pendamping untuk selalu mengawasi anak didiknya agar tidak bermain terlalu jauh ke pantai selatan karena situasi pantai selatan yang sedang kuarang kondusif. “Kewasdaan itulah yang harus menjadi perhatian kita bersama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya di depan para hadirin.


Berita Terkait

Berita Lain


Komentar Berita

Kembali ke atas


PENGUMUMAN BARU
LINK PENTING: BSE - Lembaga Pusat - Lembaga Daerah - Link UPTD - Budaya Baca - Konten Pendidikan - NUPTK - NISN - NPSN - Seksi DIKTI - BAN SM

Kantor : Jl.Cendana 9 Yogyakarta Kode Pos : 55166 Telepon : (0274) 541322 Fax : 513132 Email : dikpora@jogjaprov.go.id
Dinas Pendidikan, Pemuda, & Olahraga
Daerah Istimewa Yogyakarta.

www.pendidikan-diy.go.id
Copyright © 2017 .Hak cipta dilindungi undang-undang.
Web themes by watulintang.com