Guru Siswa Tunanetra Endang Sri Lestari, Msi - dikpora.jogjaprov.go.id DETAIL SOSOK/TOKOH 05 Desember 2016 09:12 WIB, oleh : VITA WAHYU HARYANTI, dibaca : 735kali

Guru Siswa Tunanetra Endang Sri Lestari, Msi


Bagikan tautan :

Ingin Menjadi Mata bagi Murid-muridnya

Tak pernah terpikirkan oleh Endang Sri Lestari, Msi akan berprofesi sebagai guru untuk siswa tunanetra. Mengawali karirnya sebagai guru biologi di SMA Bina Tama pada 2001 silam, ibu satu anak ini lantas mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Bantul. Bagaimana kisahnya?


Berawal dari tugas yang diberikan oleh Dinas Pendidikan DIJ kepadanya untuk mengajar siswa berkebutuhan khusus. Kini, Endang, sapaannya, merasa bahwa tugasnya ini sebagai panggilan jiwanya. Dia ingin menjadi mata bagi murid-muridnya yang menyandang tunanetra.

”Awalnya saya hanya bekerja layaknya pekerja yang butuh penghasilan saja, setelah bertemu mereka setiap hari, niat awal saya tadi hilang. Saya ingin pinjamkan mata saya untuk mereka,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, kemarin (24/11).

Endang menceritakan, perjalanan menjadi guru bagi siswa penyandang disabilitas tidaklah mulus. Dengan latar belakang pendidikan umum, hal itu membuatnya kesulitan ketika harus mengajarkan materi kepada siswa-siswa di SLB Negeri 1 Bantul.

Bekal pengetahuan tentang huruf braille pun belum dia miliki waktu itu. ”Setelah mendapatkan pelatihan dari dinas pendidikan beberapa tahun yang lalu, kini sudah dapat membaca huruf braille dan memahami tulisan anak didik saya,” ungkapnya bangga.

Banyak pula cobaan lain yang membuat Endang sedih saat pertama kali dia terjun menjadi guru di SLB. Sebab, dia menemui banyak orang yang meremehkan. ”Mereka meremehkan apakah saya sanggup mengajar anak-anak tersebut, pasti tidak akan lama bertahan, dan lain sebagainya,” ceritanya.

Namun, ketulusan hati yang membuatnya terus melangkah membimbing anak-anak didiknya tersebut. Bagi Endang, anak-anak didiknya bukan hanya sekadar murid semata, tetapi titipan Tuhan yang harus dirawat dan dijaga sepenuh hati.

”Dunia mereka sudah gelap karena tak dapat melihat seperti orang pada umumnya, saya ingin membuat mereka melihat melalui mata saya dan apa yang saya ajarkan,” katanya dengan haru.

Bertepatan dengan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2016, Endang mengatakan, hendaknya dijadikan momentum untuk melakukan perenungan dalam meningkatkan kesadaran diri.

”Dunia yang terus berubah menuntut guru untuk menyiapkan generasi yang memiliki kompetensi, agar siswanya bisa bertahan hidup sesuai dengan perkembangan zaman,” jelasnya.

Berpijak dari fakta riil di lapangan, bahwa hasil pendidikan di Indonesia masih jauh dari ideal. Endang berpendapat, diperlukan perubahan paradigma mengenai guru.

”Guru tidak hanya dimaknai secara sempit sebagai sosok pendidik atau pengajar yang berdiri di depan kelas, bisa dikatakan apa yang ada di sekitar kita adalah guru,” tuturnya.

Orang tua, masyarakat, dan lingkungan siswa juga merupakan guru bagi mereka. Semua komponen tersebut berpotensi menyumbang pengetahuan bagi perkembangan kognitif dan psikomotorik siswa. Serta menyumbang keteladan bagi penumbuhan sikap siswa.

Guru yang sedang menempuh studi S3 Program Doktor Psikologi Pendidikan UMY ini berharap apa yang telah dia ajarkan kepada anak-anak didiknya bermanfaat di masa depan. ”Semoga ilmu yang saya berikan akan membuat mereka semakin mandiri dan percaya diri,” tuturnya. 


Sumber : http://www.radarjogja.co.id/


Komentar sosok

Tokoh Lain Kembali ke atas

LINK PENTING: BSE - Lembaga Pusat - Lembaga Daerah - Link UPTD - Budaya Baca - Konten Pendidikan - NUPTK - NISN - NPSN - Seksi DIKTI - BAN SM

Kantor : Jl.Cendana 9 Yogyakarta Kode Pos : 55166 Telepon : (0274) 541322 Fax : 513132 Email : dikpora@jogjaprov.go.id
Dinas Pendidikan, Pemuda, & Olahraga
Daerah Istimewa Yogyakarta.

www.dikpora.jogjaprov.go.id
Copyright © 2014 .Hak cipta dilindungi undang-undang.
Web themes by watulintang.com